Kh-31P: [Terungkap] Misteri Rudal Sukhoi TNI AU

Irkut-Su-30KN-Kh-31P-1

Dari beberapa informasi dan dokumen, disebutkan Indonesia telah membeli rudal untuk mempersenjatai jet Sukhoi Su-27/30 Flanker. Memang kabar telah dibelinya rudal untuk Sukhoi telah berhembus beberapa waktu lalu. Publik pun sebenarnya menunggu sosok rudal jenis apa yang dipasangkan pada Sukhoi TNI AU. Tapi entah karena alasan apa, boleh jadi untuk menjaga unsur kerahasiaan, sosok jet tempur Sukhoi TNI AU dengan atribut rudal tak pernah diperlihatkan ke publik. Baik dalam flypass dan demo statik pun sosok rudal yang dimaksud belum tersingkap wujudnya. Sekilas keberadaan rudal ini sama misteriusnya dengan kapal selam baru TNI AL yang ‘konon’ sudah datang.

Nah, merujuk ke dokumen yang menyebut rudal tersebut, diketahui jenis yang dimaksud adalah Kh-31P/AS-17 Krypton (kode NATO), sebuah rudal jenis udara ke permukaan, atau populer disebut mediun range air to surface missile. Kh-31P dirancang untuk melumpuhkan sistem pertahanan musuh. Untuk itu rudal di desain memiliki kecepatan sangat tinggi, mampu terbang jauh, anti-radar dan bisa mematikan penjejaknya saat diserang.

Kini Kh-31P sudah bukan 'misteri' lagi, foto ini mengungkapkan secara jelas, Kh-31P berada di sayap Sukhoi Su-30 TNI AU

Kini Kh-31P sudah bukan ‘misteri’ lagi, foto ini mengungkapkan secara jelas, Kh-31P berada di sayap Sukhoi Su-30 TNI AU

Kh-31P di sayap Sukhoi Su-30 TNI AU

Kh-31P di sayap Sukhoi Su-30 TNI AU

kh31p2

Kecepatan luncur rudal ini memang spektakuler, yakni antara 2.160 sampai 2.520 km per jam, atau setara 2.5 mach. Untuk mendapatkan kecepatan yang sangat tinggi, rudal Rudal Kh-31P didorong oleh 5 roket booster dan ramjet yang dipadukan dalam dual roket pendorong. Bentuknya mirip wahana antariksa Rusia, karena memang didisain oleh biro disain Soyuz di Turayevo dan diproduksi Tactical Missile Corporation.

Saat meluncur, tahap awal rudal ini berakselerasi dengan mesin roket untuk mendapatkan kecepatan 1,8 Mach. Setelah itu mesin pendorong pertama dilepas untuk digantikan 4 mesin jet pendorong, demi mencapai kecepatan maksimum. Kecepatan tinggi rudal ini berguna untuk mengurangi resiko tertembak, karena harus menerobos sistem pertahanan musuh untuk menghancurkan radar penjejak (air search radars) dan fire control radar.

Su-30MKKh-31P-KnAAPO-1S

Kh31Krypton1

Kh-31P memiliki panjang 5,2 meter dengan berat 600 kg dan mampu menembak sasaran sejauh 110 km. Karena rudal ini ditugaskan untuk menghancurkan radar musuh, dia tidak dibebani hulu ledak besar, melainkan hanya 90 Kg (Blast Frag). Namun misil ini bisa terbang dari 165 hingga 49.000 feet.

Dalam perkembangannya rudal ini bisa dipasang di kapal laut ataupun pesawat tempur Mig 29, Sukhoi SU-27/30. Kelebihan rudal ini, mampu menghantam kapal perang, drone ataupun pesawat mata-mata. KH-31P disebut juga “AWACS killer”, bisa menembak sasaran baik di darat maupun udara.

image0

Varian pertama, yakni Kh-31A mulai diproduksi pada tahun 1982, dan resmi operasional mulai 1988 sampai saat ini. Untuk varian Kh-31P yang dimiliki TNI AU menggunakan pemandu radar pasif untuk sistem rudal anti radiasi. Bila pada versi Kh-31A jarak tembak hanya 50 km, maka di versi Kh-31P jarak tembak ditingkatkan hingga 110 km. Mau tahu harga rudal ini? Menurut wikipedia pada tahun 2010 lalu, per unit rudal ini dibandrol US$550.000. Hingga kini KH-31P masih diandalkan oleh AU Rusia, Cina, India, Venezuela, Kuba, Suriah, dan Vietnam.

Ini baru rudal udara ke permukaan, tentunya TNI AU juga akan melengkapi Sukhoi Skadron 11 dengan rudal udara ke udara, tunggu artikel selanjutnya. (Gilang Perdana)

Iklan

15 responses to “Kh-31P: [Terungkap] Misteri Rudal Sukhoi TNI AU

  1. Thanks for sharing.

    Sedikit koreksi, seharusnya “Mach 2,5” instead of “2,5 Mach”.

    Suka

  2. Sebetulnya ngapain juga dibilang rahasia negara, lha Vietnam dan Malaysia aja udah pamerin rudal ini ke publik. Kalau dibilang rahasia, buktinya Yakhont malah diumbar publikasinya…hehe, jadi rasanya bukan soal rahasia negara, besar kemungkinan rudal ini memang belum datang di Indonesia

    Disukai oleh 1 orang

  3. Apakah negara kita juga harus pamer kaya dua negara tersebut? Banyak negara yang cuma mempublish info secukupnya saja atau bahkan tidak ada publikasi sama sekali … Gak perlu norak kayak tetangga sebelah karena strategy TNI belum tentu sama dengan strategy mereka.

    Suka

  4. TNI AU memang sudah memilikinya..

    Suka

  5. klo dirahasiakan itu betul sekali,aku mendukung TNI,musuh tidak akan tahu kekuatan TNI bagaimana yang sebenarnya.jadi untuk menyerang indonesia pasti ragu ragu jangan2 rudal yang dimiliki indonesia lebih canggih dari milik agresor.pasti begitu perhitungannya…tapi dalam waktu dekat semoga ilmuwan2 indonesia akan mampu membuat RUDAL dan pesawat tempur sendiri

    Suka

  6. pertama.’kenapa yaa kok semua orang pingin tau saja peralatan apa yg di pakai militer .sedangkan masalah korupsi sangat kurang untuk di bicarakan. mungkinkah di anggota yg koment ii ada yg melakukan korupsi walau pun pada tahab kecil-kecilan.kedua” kemaren SBY beserta rombongan ke inggris telah di sadap pembicaraan mereka,dan dari penyadapan ini australia juga ikut terlibat.;;;lalu bagaimana keberadaan di indonesia..?apakah telah mereka sadap juga pembicaraan penting yg di lakukan oleh petinggi negara.wahh..kalau begitu gawat..kenapalah pemerintah masih juga pakai satelit komunikasi swasta.kenapa tidak membina satelit khusus negara.agar setiap perkara penting yg di bicarakan para kepala negara tidak bocor kepada orang yg tidak bertanggung jawab.karena yg dirugikan juga indonesia..

    Suka

  7. bagaimana pula tanggapan para anggota penuls di blog ini mengenai rakyat aceh yg telah berani mengibarkan bendera bulan dan bintang berdasar merah dan bergaris hitam atas dan bawah.yg mana bendera ini pernah di pakai oleh anggota GAM.sedangkan pemerintah indonesia melarang keras penggunaan kembali bendera ini.karena di anggap menentang serta melecehkan negara.apakah seharusnya tindakan pemerintahan pusat. terimakasih

    Suka

  8. assalamualaikum alhamdulillah,sebagai kader PARTAI AMANAT NASIONAL turut gembira bila TNI.AU dan jajarnnya mulai meng-akuisisi rudal kh-31 tersebut,tapi jangan lupakan kekuatan keluarga Yon Arhanudse Paskhas TNI.AU dengan rudal HQ.16 atau rudal HQ.9,merujuk kerudal lain pun dapat TNI.AU lakukan.Tapi ada yang terpenting adalah kekuatan radar dan nilai kesejahteraan keluarga prajurit dan keluarganya,pendidikan serta latihan prajurit agar tetap diperhatikan untuk tahun 2014 – setrusny.Trims atas pengabdianya

    Suka

  9. kalau masih beli dari negara lain ya pasti tau ,, kecuali bikin sendiri baru bisa diem2 jadi gak bisa di jengkali oleh lawan ,, lahh ini ???

    Suka

  10. seharusnya kita tidak boleh bangga dengan produk2 buatan luar, hal itu menunjukkan nasionalisme dan kapasitas kita yang min..liat aja, dikit dikit impor, daging impor, beras impor, bus impor, sempak juga impor..mau jadi apa Indonesia ini ?

    Suka

  11. Semoga Negri ini dapatmeluncurkan peralatan pertahanan dengan buatan sendiri hal ini tentunya Menjadi Nilai Plus Pertanhahan negara kita

    Suka

  12. lihat pernyataan tugas monas dong

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s