Bedford MT: Tank Transporter Yon Kavaleri TNI AD

Truk Bedford sedang menurunkan tank Scorpion

Truk Bedford sedang menurunkan tank Scorpion

Dalam gelar operasi tempur jarak jauh, unit kavaleri, khususnya yang berbasis elemen tank tidak bisa berdiri sendiri dalam mencapai sukses di area penugasan. Selain dukungan logistik, suku cadang, perbaikan, dan amunisi, mobilitas korps lapis baja roda rantai juga perlu kehadiran unsur transporter. Banyak peran yang diemban  oleh tank transporter, selain menunjang kecepatan gelar operasi, adanya tank transporter merupakan penghematan dari gelar biaya operasi, termasuk saat ajang latihan tempur.

Peran tank transporter amat kentara di jazirah Arab dan Timur Tengah. Bukan rahasia lagi bila tank-tank Irak, Suriah, dan Mesir bisa digerakan melintasi area medan yang demikian jauhnya di padang pasir berkat adanya transporter. Selain kecepatan gelar tempur di hotspot, biaya bahan bakar juga menjadi efisien, sebab konsumsi bahan bakar tank yang relatif boros dapat dipangkas hingga medan operasi. Dari sisi awak pun juga punya pengaruh besar. Apa jadinya bila jarak antara pangkalan tank dan lokasi konflik berada lebih dari 500 kilometer? Sementara kehadiran mereka dituntut cepat, besar kemungkinan awak tank akan keburu tepar (letih) saat tiba di TKP (Tempat Kejadian Pertempuran), stamina awak dipastikan melorot sebelum bertempur.

AMX-13 VCI TNI AD dibawa dengan truk Bedford MT

AMX-13 VCI TNI AD dibawa dengan truk Bedford MT dalam HUT ABRI Ke-50

Beginilah konfigurasi Bedford MT dengan membawa gandengan dan 2 unit tank ringan

Beginilah konfigurasi Bedford MT dengan membawa gandengan dan 2 unit tank ringan

Meski kodrat tank bisa melibas medan berat, pada kenyataan untuk dari i pangkalan menuju daerah operasi kerap melintasi jalan raya. Bila yang melenggang adalah tank berat dengan roda rantai tanpa pelapis karet, bisa dipastikan jejak rantai baja akan membekas di aspal, bahkan bisa menyebabkan jalanan rusak.

Dengan latar belakang diatas, unit kavaleri di lingkungan TNI, yakni TNI AD dan Korps Marinir TNI AL telah memiliki elemen tank transporter di setiap batalyon. Dalam tulisan ini kita bahas terlebih dahulu tank transporter milik TNI AD,  terutama yang beroperasi mendukung tank tempur utama (bukan MBT) Scorpion dan Stormer APC (armored personnel carrier), keduanya buatan Alvis, Inggris. Kedua ranpur yang memperkuat dua batalyon kavaleri Kostrad ini (YonKav 1 Divisi 1 Kostrad dan YonKav 8 Divisi 2 Kostrad) menggunakan platform truk Bedford MT dan Leyland DROPS (Demountable Rack Offload  and Pickup System). Kedua truk dapat membawa 1 hingga 2 unit tank Scorpion/Stormer, dengan tambahan gandengan. Bedford MT Transporter adalah truk berkonfigurasi roda 6×6, sementara Leyland konfigurasi roda 8×8. Bedanya Bedford MT tampil lebih kompak , sementara Leyland lebih bongsor.

Selain Bedford MT, TNI AD juga menggunakan jenis transporter lain, inilah Leyland DROPS 8x8

Selain Bedford MT, TNI AD juga menggunakan jenis transporter lain, inilah Leyland DROPS 8×8

Dan kebetulan, Indomiliter telah dua kali bersua dengan sosok Bedford MT, pertama di HUT ABRI ke-50 tahun 1995 dan saat ajang Indo Defence 2012 di Kemayoran. Untuk lebih jelasnya, mari kita intip sedikit seperti apa sebenarnya truk buatan Inggris ini.

Nama Bedford sudah terbilang legendaris sebagai manufaktur otomotif sejak tahun 1930-an. Khusus untuk Bedford MT dirancang sejak tahun 70-an untuk memenuhi kebutuhan truk angkut general purpose bagi AD Kerajaan Inggris. Versi pertamanya adalah Bedford MT 4×4, mulai diproduksi pada tahun 1981. Versi 4×4 lebih ditekankan untuk angkut personel, dan muatan ringan. Sementara di tahun yang sama juga diluncurkan versi 6×6. Versi Bedford 6×6 inilah yang dirancang untuk menggotong muatan lebih berat, termasuk dalam hal ini ranpur lapis baja ringan.

Bedford MT versi general purpose 4x4

Bedford MT versi general purpose 4×4

Bedford MT melaju dengan membawa tank Scorpion

Bedford MT melaju dengan membawa tank Scorpion

Bedford MT 6×6 mulai resmi diproduksi secara komersial pada tahun 1986, selain digunakan oleh AD Inggris. Truk ini juga digunakan oleh beberapa negara sahabat Inggris di Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Kedatangannya di Indonesia menjadi satu rangkaian dengan paket pembelian tank Scoprion dan Stormer pada tahun 1995 – 1997.

Bedford MT mempunyai dimensi panjang 8,59 meter, lebar 2,47 meter, dan tinggi 3 meter. Berat kosong truk ini adalah 8,68 ton, semetara untuk  kapasitas angkut dapat membawa muatan mulai dari 14,5 ton hingga 21 ton. Truk ini ditenagai mesin diesel Bedford 8.2/205TD dengan kekuatan 206 hp. Untuk kecepatan lajunya di jalan mulus mencapai 90 km per jam dengan jarak tempuh maksimum 500 km. Selain itu, Bedford MT juga ditawarkan dengan mesin tipe Perkins Phaser dengan kekuatan 300 hp. Batas toleransi kemiringan mencapai 30% dan toleransi roda pada lubang maksimum sedalam 1 meter.

Tank AMX-13 dibawa truk Bedford MT saat defile HUT ABRI Ke-50

Tank AMX-13 dibawa truk Bedford MT saat defile HUT ABRI Ke-50

Diperkirakan ada 7 unit lebih truk ini, sehingga dalam operasinya dapat menggeser kekuatan  1 kompi tank ke daerah tempur. Dalam doktrin kavaleri TNI AD, bila jarak operasi lebih dari 30 km, maka tank harus diangkut dengan transporter.  Proses penurunan tank terbilang unik, menggunakan sistem hidrolik, mirip dengan proses pada truk sampah berukuran besar. Untuk menaikan/menurunkan satu unit tank ke atas deck dibutuhkan sebuah penampang lengkap dengan lubang pengait, sehingga tank yang akan dibawa diletakan di atas penampang tersebut secara perlahan pengait akan menarik hingga tank berada  dalam posisi yang baik diatas deck truk. Truk ini mampu menarik deck gandeng, sehingga satu transporter dapat membawa dua unit tank Scorpion atau Stormer. Penasaran? Yuk simak video eksklusif dari Indomiliter di bawah ini.

scorpion-3

scorpion-2

Jakarta Mei 1998
Saat terjadinya kerusuhan massal di Jakarta pada Mei 1998, kekuatan TNI diterjunkan secara masif di beberapa lokasi. Sebagai efek deteren, maka dihadirkanlan beberapa ranpur lapis baja, termasuk dalam hal ini tank dari TNI AD dan Korps Marinir TNI AL. Mungkin karena lokasi TKP tak jauh dari pangkalan, seperrti diketahui basis tank TNI AD ada di Cijantung – Jakarta Timur dan Tangerang, sementara tank Marinir TNI AL ada di Cilandak – Jakarta Selatan. Tank-tank dari jenis Scorpion, Stomer, AMX-13, AMX-13 VCI, ditambah tank amfibi PT-76 dan BTR-50 keluar sarangnya tanpa transporter di kala huru hara Ibu Kota.

Untuk tank-tank besutan barat, selain bobotnya juga lebih ringan, pada roda rantainya sudah dilengkapi pelapis karet, sehingga tidak merusak jalanan aspal. Sebaliknya tank PT-76 dan BTR-50, roda rantainya tidak dilengkapi pelapis karet, alhasil jejak rantai tank ini terlihat membekas di beberapa jalan yang dilalui. Penulis sempat melihat jejak rantai tank ini di sepanjang jalan Ampera Raya dan jalan Warung Buncit Raya di Jakarta Selatan.

Tank PT-76 Korps Marinir TNI AL menjadi kekuatan deteren saat kerusuhan 1998 di Jakarta

Tank PT-76 Korps Marinir TNI AL menjadi kekuatan deteren saat kerusuhan 1998 di Jakarta

AD Inggris telah menghentikan penggunaan truk ini pada tahun 1999, kemudian digantikan oleh jenis MAN Tactical Trucks.  Di Indonesia, nampaknya Bedford MT masih akan terus digunakan, dan pastinya era tank transpoter TNI AD akan bertambah jenis dan bobotnya, pasalnya MBT Leopard dari Jerman yang akan datang tahun depan harus pula dilengkapi transporter. (Haryo Adjie Nogo Seno)

Iklan

10 responses to “Bedford MT: Tank Transporter Yon Kavaleri TNI AD

  1. Artikelnya sangat informatif dan banyak memberi pencerahan, kita tunggu seperti apa tank transporter untuk leopard, dan tolong diulas tank transporter milik korps marinir yaa

    Suka

  2. Analis MILITER

    Jangan lupa untuk mengulas macam macam tank transporter yg potensial digunakan TNI AD ketika ada MBT Leopard !!!

    Suka

  3. oh ya kapan tuh kepastianya si leo datang ke indonesia

    Suka

  4. maap gan dikit belok nih’kpla stafTNIAU menolak hibah 20 F5E TIGER eks korea hanya gara2 beda spek dikit-kreativ dikit bisa gak ‘ambil aj 8 biji F5 itu trus diretropit-negri brazil sj keluarin kocek besar tuk beli 10F5 eks qatar-ini RI dikasi kok ditolak-di brbagai negara F5 retropit akan tetap eksis smpe th2025-ditolak nya hibah F5 itu jadi inTNIAU kan tetap terlemah di asean

    Suka

    • Memang dr segi kualitas tempur jd kedua terlemah setelah filipina dan brunei 🙂 tp bisa jd soal hibah ditolak krn sebab non teknis, sprt ada syarat2 bisnis di belakangnya yg kurang “pas”

      Suka

  5. Kita ngemis hibah terus karena pengertian MEF cuma kuantitas.yg penting banyak walau rongsokan biar kesannya udara indo tercover smua.F5 cuma bisa buat mencegat pesawat latih dan serang darat yg sebenarnya bisa di tanggulangi SAM sekelas manpads.kalau di suruh cegat pesawat modern ya kedodoran.kita harusnya fokus pada real fighter macam sukhoi,typhon atau rafale sbg elemen intercept .biar sedkit katakanlah 1 skadron lebih berguna ketimbang 3 skadron ayam sayur hibah.

    Suka

    • Secanggih apa pun hasil retrofit/upgrade F5 tetap saja tidak mendongkrak daya deteren AU kita. Secara spesifikasi F5 hanya sepadan dgn MiG21, dan di tahun 90an malah ada F5 milik AU Thailand yg jatuh disengat misil dari MiG21 Laos

      Suka

  6. loveindonesia

    beli aja tuh tunguska buatan rusia.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s