Marder 1A3: IFV Pertama Untuk TNI AD

DSCN0579_20130730194512065

Patut disyukuri bahwa militer Indonesia lumayan punya pengalaman dalam mengoperasikan ranpur kelas IFV (Infantry Fighting Vehicle), diantaranya ada BVP-2, BTR-80A, AMX-10P, dan yang paling baru  BMP-3F. IFV memang punya kemiripan dengan peran APC (Armoured Personnel Carrier), yaitu sama-sama bertugas menghantarkan prajurit yang diangkutnya ke wilayah operasi yang telah ditentukan. Tapi IFV punya kemampuan ‘lebih’ dibanding APC.

APC utamanya dibekali dengan senjata untuk self defence, ujung-ujungnya senjata yang digotong paling banter adalah SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7 mm atau pelontar granat AGL-40, di lingkungan TNI biasa digunakan SMB dari jenis M2HB Browning atau CIS 50MG. Jenis ranpur yang masuk kategori APC bisa kendaraan lapis baja roda rantai atau roda ban. Jenis-jenis APC milik TNI saat ini adalah AMX-13 VCI, BTR-50P, Alvis Stormer, dan panser Anoa buatan Pindad. Sementara di lini IFV, ranpur ini lebih sangar, meski mengemban sebagai media transport personel, IFV dipersenjatai dengan kanon kaliber menengah, sehingga lumayan efektif untuk ikut menyerang secara langsung target, atau bisa diperankan sebagai wahana bantuan tembakan yang menakutkan lawan.

Nah, kembali ke paragraf pertama, semua IFV yang dimiliki TNI saat ini notabene adalah aset dari satuan kavaleri Korps Marinir TNI AL. Kodrat Marinir sebagai pasukan pendarat dan pemukul di garda terdepan, memang mengharuskan adanya sista jenis IFV yang ampuh. Sebagai ranpur aset dari korps Marinir TNI AL, sudah barang tentu BVP-2, BTR-80A, AMX-10P, dan BMP-3F punya kemampuan amfibi.

Lalu bagaimana dengan TNI AD yang juga punya satuan kavaleri? Memang untuk urusan IFV agak tertinggal, tapi TNI AD di tahun 2014 dipastikan akan kedatangan IFV pertamanya, yang datang pun bukan ranpur dari negara ‘kelas dua,’ yang bakal hadir adalah Marder 1A3 buatan Rheinmetall Landsysteme, Jerman. Marder boleh dibilang IFV nomer wahid di kelas NATO, ranpur ini sudah battle proven dalam  misi pertempuran di Afghanistan. Bila ditilik dari segi bobot, maka Marder 1A3 (35 ton) nampak setara dengan IFV andalan US Army, M2 Bradley (30,4 ton).

Demo statis Marder 1A3 saat Indo Defence 2012

Demo statis Marder 1A3 saat Indo Defence 2012

DSCN0578_20130730235108764

Seperti sudah banyak diberitakan sebelumnya, TNI AD membeli 50 unit Marder 1A3 bekas pakai AD Jerman, pembelian Marder  merupakan bagian dari paket pembelian 103 unit MBT Leopard 2A4/2A6. Menurut jadwal, Marder dan Leopard akan mulai berdatangan pada tahun 2014 dan akan dipamerkan ke publik sebagai alutsista resmi milik TNI pada HUT TNI 5 Oktober 2014.

  •  Marder 1A3

IFV Marder dibuat dari  chassis yang dirancang khusus pada awal tahun 1960. Bila dirunut dari sejarahnya, desain awal Marder adalah untuk menghadapi ranpur IFV dari negara-negara Eropa Timur saat berlangsungnya Perang Dingin. Tank ini diciptakan sebagai  platform umum kendaraan lapis baja yang efektif tanpa mengesampingkan perlindungan dan mobilitas dalam mendukung tank tempur utama yakni Leopard.

Konsep saling perpaduan antara Leopard dan Marder juga diterapkan di lingkungan AD AS. Di Negeri Paman Sam, MBT M1 Abrams juga ‘disandingkan’ dengan M2 Bradley dalam tiap laga pertempuran. Dalam dimensi yang mirip tapi tentu beda kelas, tank ringan Scorpion TNI AD juga disandingkan dengan APC Stormer, begitu juga AMX-13 kanon 105/75mm juga serasi didampingi AMX-13 VCI.

Tampilan belakang Marder 1A3

Tampilan belakang Marder 1A3

Beginilah tampilan bila pintu keluar/masuk personel dibuka

Beginilah tampilan bila pintu keluar/masuk personel dibuka

Di lingkungan AD Jerman, Marder dioperasikan sebagai senjata utama Panzergrenadiere (infanteri mekanis) dari tahun 1970-an sampai saat ini. Varian pertama Marder mulai dikembangkan pada Januari 1960 dan produksi pertamanya diterima oleh militer Jerman pada tanggal 7 Januari 1971. Produksi kendaraan tempur ini terus berlanjut hingga tahun 1975, tidak kurang dari 2.136 unit Marder telah diproduksi.

Pada tahun 1975 rudal Milan (rudal anti tank) mulai digunakan pada kendaraan tempur Marder. Tapi saat itu penembakannya masih secara konvesional. Petugas (komandan tank) muncul dari kubah sambil memanggul peluncur rudal Milan lalu menembakan rudal tersebut. Lalu antara tahun 1977 dan 1979 peluncur rudal ini mulai dipasang sebagai bagian dari persenjataan Marder.

  • Upgrade Marder

Program upgrade atau modifikasi peningkatan varian 1A3 dimulai pada tahun 1988. Saat itu ada sekitar 2.100 unit Marder 1A1 dan 1A2 yang akan diupgrade oleh militer Jerman. Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan Thyssen-Henschel. Tank Marder yang telah diupgrade menjadi varian Marder 1A3 kembali diterima militer Jerman pada tanggal 17 November 1989.

Marder in Action

Marder in Action

Upgrade tersebut meliputi penambahan lapisan baja pelindung hingga seberat 1,6 ton untuk melindungi Marder dari tembakan meriam 2A42 kaliber 30mm dari BMP-2 (BVP-2). Kemudian ada modifikasi pada akses kompartemen personil infanteri. Suspensi pun ikut diperkuat, sistem pengereman baru dipasang dan  gearbox disesuaikan. Sistem pemanas digantikan dengan sistem pemanas berbasis air. Modifikasi juga dilakukan pada kubah kanon. Keseluruhan modifikasi  membuat Marder memiliki bobot lebih dari 35 ton.Varian Marder 1A3 inilah yang merupakan varian terbanyak digunakan oleh AD Jerman.

Meski tidak punya kemampuan amfibi,  Marder bisa melintasi air hingga kedalaman 1,5 meter. Jika dilengkapi dengan peralatan tambahan, kendaraan tempur ini bisa melintasi air berkedalaman hingga 2,5 meter. Untuk melaju di jalanan aspak, ranpur ini tidak akan merusak jalan, pasalnya Marder menggunakan roda penggerak yang dipasangi trek Diehl dengan bantalan karet.

Regenerasi Marder

Regenerasi Marder

Sejak awal kemunculannya hingga saat ini ada beberapa varian Marder yang telah diproduksi.Meskipun telah dioperasikan dalam jumlah besar selama 40 tahun, Marder baru memperoleh pengalaman tempur sesungguhnya saat harus melindungi sebuah pos tentara Jerman dari serangan gerilyawan Taliban yang berlokasi di Distrik Chahar Dara, provinsi Kunduz, Afghanistan, pada Juli 2009. Aksi Marder pada pertempuran tersebut telah membunuh dan dan melukai puluhan anggota gerilyawan Taliban. Setelah kejadian itu, tank Marder juga beberapa kali terlibat dalam pertempuran.

  • Sistem Persenjataan

Marder 1A3 sudah sempat ditampilkan ke khalayak umum pada ajang Indo Defence 2012 di Kemayoran, Jakarta. Versi Marder 1A3 ditampilkan menggunakan sistem senjata kanon Rheinmetall Rh202 kaliber 20mm dan senapan mesin coaxial MG3 kaliber 7,62 mm dalam satu kubah. Soal kubah, bentuknya terbilang unik, juru tembak duduk di dasar kubah yang letaknya di dalam kabin pasukan, sehingga bagian yang tampak hanya dudukan untuk sistem kanon. Pola ini tentunya lebih aman untuk juru tembak dari serangan sniper. Pola ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru buat TNI, ranpur jenis AMX-10P dan BTR-80 juga menggunakan pola kubah model yang mirip.

Meski kaliber kanon-nya kalah dibanding milik BVP-2 Korps Marinir yang 30mm, tapi kanon besutan Rheinmetall ini unggul dalam kecepatan tembak dan akurasi. Kecepatan tembaknya semakin bertambah ketika digunakan sistem dual feed atau pasokan ganda. Sistem bidik kanon Rheinmetall sudah dilengkapi optik yang didukung teleskop infra merah dan kemampuan deteksi thermal.

TNI sebenarnya juga sudah cukup akrab menggunakan kanon Rheinmetall Rh202 kaliber 20mm.Sista ini sudah digunakan cukup lama untuk memperkuat Yon Arhanud TNI AD dan beberapa dipakai sebagai senjata penangkis serangan udara di kapal-kapal perang TNI AL.

Kubah laras Rheinmetall 20mm di Marder 1A3

Kubah laras Rheinmetall 20mm di Marder 1A3

  • Angkut Personel

Dalam hal kemampuan angkut personel, Marder dirancang mengangkut 10 orang, terdiri dari satu NCO (Non Commissioned Officer) sebagai komandan kendaraan regu dan pasukan. Satu NCO sebagai komandan regu, satu pengemudi, satu juru tembak kanon, dua juru tembak sista anti tank, dan empat prajurit infanteri. Satu diantara empat prajurit tersebut ada yang bertugas sebagau juru tembak senapan mesin kaliber 7,62mm yang menghadap kebelakang, tapi dalam versi Marder 1A3 posisi ini telah dihilangkan karena dianggap kurang efektif dan menyulitkan pasukan saat harus keluar.

Kompartemen pengemudi Marder 1A3

Kompartemen pengemudi Marder 1A3

Bila di AD Jerman Marder ditempatkan sebagai ranpur di satuan infanteri mekanis, bagaimana kira-kira penempatan tank ini di lingkungan TNI AD? Terlihat agak ambigu, secara teori ranpur jenis tank di Indonesia biasa langsung dipinang sebagai sista kavaleri. Secara kesenjataan, kanon kaliber 20mm untuk definisi internasional memang tidak masuk hitungan sista kavaleri. Tapi lagi-lagi, adopsi kanon kaliber 20mm pun masih jadi barang langka di satuan kavaleri TNI AD.

Dan sembari menunggu kedatangan Marder, hingga saat ini belum diketahui benar, apakah Marder nantinya masuk sebagai arsenal Korps Baret Hitam (kavaleri) atau kah jadi andalan infanteri mekanis (Baret Hijau). Seandainya di daulat sebagai infanteri mekanis, ini artinya sebuah lompatan yang sangat jauh dari sisi alutsista, maklum infanteri mekanis TNI AD saat ini baru sebatas diperkuat panser Anoa. (Gilang Perdana)

Spesifikasi Marder 1A3

  • Produsen            : Rheinmetall Landsysteme, Jerman
  • Bobot                    : 35 ton
  • Bobot Tempur   :33,5 ton
  • Panjang                : 6,79 meter
  • Lebar                     : 3,24 meter
  • Tinggi                    : 2,98 meter
  • Personel              : 3 awak tank dan 6 personel infanteri
  • Proteksi               : Baja setebal 20 hingga 25 mm (Level 4+)
  • Senjata Utama : Meriam otomatis Rheinmetall MK 20 Rh 202 kaliber 20 mm, rudal anti tank MILAN
  • Senjata Tambahan : Senapan Mesin MG3 kaliber 7,62 mm
  • Mesin                    : Diesel MTU MB 833 Ea-500 600 hp (441 kW)
  • Rasio Tenaga Mesin dan Berat Kendaraan            : 21,1 hp/ton
  • Transmisi             : RENK HSWL 194 – 4 maju dan 2 mundur
  • Suspensi              : Torsion bar
  • Ground Clearance           : 0,45 m
  • Kapasitas Tangki BBM    : 652 liter
  • Jarak Jangkau                    : 520 km
  • Kecepatan Maksimum : 65 km/jam
Iklan

18 responses to “Marder 1A3: IFV Pertama Untuk TNI AD

  1. Sepertinya sih bakal masuk arsenal Kavaleri.TNI AD kan sedang memperbaharui doktrin kavaleri dari pendukung infantri menjadi murni striking force.nanti marder beserta infanteri yg dibawanya akan menjadi pelindung leopard dari serangan infanteri dan anti tank musuh sementara leopard menggedor pertahanan musuh (konsep panzer grenadier jerman).Mechanized infantry yg di gotong anoa akan dilindungi oleh panser canon tarantula yg baru saja selesai di rakit pindad (sama2 beroda ban) bertugas untuk melaksanakan operasi pembersihan dan pendudukan di daerah yg sudah dobrak oleh kavaleri.ini untuk lawan dari luar.kalau lawan dari dalam seperti separatis cukup di layani oleh mechanized infantry aja bahkan oleh kowilhan (kodim.koramil dan korem) yg diperkuat dengan rantis semacam komodo..sudah bisa di pastikan bahwa modernisasi alutsista AD ini di tujukan untuk menghadapi serangan dari luar.

    Suka

    • Betul, Marder lebih baik masuk ke lini kavaleri, infantri mekanis kalau mau di upgrade dengan bekal ranpur roda rantai, lebih baik ‘dikasih’ Stormer atau AMX-13 APC, biar mereka belajar dulu dari barang lama, secara kan masih newbie pakai ranpur lapis baja.

      Suka

    • Wijaya Kesuma

      Dalam rangka transformasi TNI, khususnya AD. Marder 1a3 khusus diperuntukkan dalam pembentukan brigade mekanis. Dimana setiap personil dalam brigade atau pun batalyon mekanis sudah memiliki kualifikasi dasar Raider..

      Suka

  2. Indonesia kok ngga ambil submarine dr jerman juga? coz dia udah kasi lisensi ke turki, jd mgk bs jg kasi ke indonesia, drpd ambil dr korea yg katanya kasi tot (apa mgk? org teknologi dr jerman, sdg jerman keberatan)

    Suka

    • Kalo belinya langsung belasan unit kayak turki mungkin di kasih.kalo cuma 3 rugi bandar lah.korea di kasih tot karena beli 12 unit.coba kalo kita ngomong ke jerman: eh man,gue beli selusin ya.nanti waktu produksi unit 1 s/d 5 lo kasih liat ya cara buatnya.waktu produksi unit ke 6 s/d 8 lo kasih tau ya cara buatnya.waktu produksi unit ke 9 kita 50:50 rakitnya di jerman,nah waktu produksi unit ke 11 n 12 di negara gue ya…gitu dong.di tengah krisis eropa ini kang maman pasti mau

      Suka

      • arnachojuni

        Kang Wehrmachtr bener tuh…
        Kita aja cuma beli 3 tot darimana.
        Oiya bang…. Mau tanya itu lontong rusia gimana kabarnya ya?
        Udah jadi arsenal hiu kencana belum sih?

        Suka

    • Mungkin ada modifikasi tertentu yg dilakukan korea yg bikin kita tertarik.. Semoga lebih mematikan dibanding yg dibuat jerman.. Peace..

      Suka

  3. Kesepakatan udah di teken dari 2007.tuh Kilo harusnya dah jadi.celotehan dubes rusia,pengamat militer rusia n penanggung jawab produksi KS rusia di media massa sudah mengisyaratkan indo telah memiliki (atau sudah memesan) kilo.berita terakhir malah rusia mengumumkan kerjasama indo-rusia untuk renovasi dan penyediaan perawatan KS.KS yg mana kalo bkn Kilo?gak mungkin kan yg jerman?

    Suka

  4. Ni yang dibahas ‘marder’nya apa ‘KS-kilo’nya gan? Pisssss

    Suka

  5. MANTABs…

    Suka

  6. sisst udah jangan brantem ye-tank IFV marder emang di desain miliki spesifik full gear,,dan mbak nadia my love- marder IFV menurut gosip-hot isue adalah tank IFV jempolan from NATO-ngalah in IFV M3 bradley,IFV C90dll-jadi dilihat dari spek yg fullcombat maka IFV marder di disain 100% halal untuk di operasikan satuan2 kavaleri-alasan juga cukup signipikan napaIFV marder di pake tuk kavaleri,,so pazti deh-para pimpro udah tau dg kondisi arsenal kavaleri TNI AD yg note bene AMX-VCI-STORMER keluaran …dan prlu sgera di ga
    nti-untuk yon2 mekanis perbanyak lgi anoa tarantula-or hibahkan aja sebagian AMX VCI retropit.trimz rozer

    Suka

  7. Al-Liwah Ar-Rayyah

    Agan dan Aganwati yang terhormat
    Saya cuma mau tanya
    Benar ga sih kalo INDONESIA kita tercinta beli besi rongsokan dari negara2 NATO seperti yang dibahas di tread dunia? Benar ga sih kalo sebenarnya harga Alutsista ‘bekas’ yang bangsa ini beli tu sebenarnya lebih murah? Trus, kalo benarpun, apa bisa sista kita bersaing kepada negara2 tetangnga yang alat2nya dibeli buka bungkus?
    Hanya tanya 🙂

    Suka

    • OOT: Coba bandingkan dengan PT-91M Twardy punya tetangga sebelah, wong yg bikin aja (Polandia) lbh prefer ke Leo 2 bekas pakai AD Jerman kok

      Suka

  8. minal aidzin walfaidzin-maap lahir batin-to indomiliter sy mo tanya:
    judul marder IFV pertama TNIAD-artinya AD baru miliki tipe IFV sejati,,yg sebelumnya andalin AMX VCI-STORMER-tetapi AD dan marinir RI miliki BVP2-BMP3-AMX10 canon90mm cockerill- scorpion-yg menurut sumber majalah dll masuk kelas IFV juga-odie pengen tanya klo tank SCORPION-AMX10C90-BMP3F itu masuk kekategori IFV atau kah CVR.trimz

    Suka

    • Mohon maaf lahir dan batin, Minal Aidin Wal Faidzin. TNI AD sebelumnya memang blm punya IFV, yg ada selama ini adalah APC beroda rantai (AMX VCI dan Stormer), penggolongan yg disebutkan dlm majalah mungkin kurang akurat. Dalam hal sista, IFV umumnya dibekali kanon minimal 20mm utk direct attack. Utk Scorpion jelas masuk ke segmen light tank.

      Suka

  9. maaf kalau gua mau menulis, yg emang jelas menyimpang dari tulisan yg di bahas …kenapa indonesia masih menyimpan arhanud product 60-an..apakah boleh meriam sebegini menghalang serangan ,pesawat modern dan bersenjata canggih.cukup di hantar dari jarak 150 km…kalau tidak berguna kenapa gak dibuang saja.ngabisin waktu prajurit aja buat jaga meriam kuno ini..

    Suka

  10. Sekedar berbagi informasi mengenai pembelian Tank Leopard & Marder di pengiriman pertama yaang rencananya akan dikirimkan 5-9 Agustus dari Jerman:
    – 26 unit MBT Leopard 2A4 di Yonkav 8 Kostrad (Pasuruan Jawa Timur)
    – 13 unit Tank Marder 1A3 di Yonif 412 Kostrad (Purworejo Jawa Tengah)
    – 13 unit Tank Marder 1A3 di Yonif 413 Kostrad (Sukoharjo Jawa Tengah)
    Dari total yang rencananya akan dibeli Indonesia :
    61 unit MAIN BATTLE TANK LEOPARD RI,
    42 unit MAIN BATTLE TANK LEOPARD 2A4,
    42 unit IFV MARDER 1 A3 RI dan Peralatan pendukung lainnya

    Suka

  11. Tank leopard sama marder harusnya jangan ditempatkan di Jawa…taruh di Kalimantan dan Sumatera aja biar langsung berhadapan ddngan negara Malaysia dan Singapura…gak ada manfaatnya kalo ditempatin di Jawa..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s