Truk Amfibi Rancangan Dislitbang TNI AD

7

Yang ini bukan termasuk golongan alutsista, tapi harus diakui cukup menyedot perhatian selama Indo Defence 2014, 5 – 8 November 2014 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pasalnya wahana ini memang baru pertama kali hadir pada perhelatan tahunan Indo Defence. Meski belum diberi label resmi, inilah truk amfibi pertama yang dirancang oleh institusi Dalam Negeri. Sekilas tidak ada kandungan teknologi yang terlalu canggih, tapi kreativitas dari Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AD ini harus diakui sangat jempolan.

Karena belum ada label produk, wahana yang masih kategori prototip ini disebut sebagai Kendaraan Darat Air Anti Banjir, alias amfibi. Uniknya, basis truk yang digunakan adalah truk sipil, yakni mencomot Mitsubishi Colt Diesel Turbo Intercooler dengan enam ban. Lewat kecerdikan Tim Dislitbangad, truk dengan bobot kosong 2,3 ton ini mampu berenang di sungai. Caranya dengan mengadopsi modul pelampung boat di sekeliling body truk, termasuk modul di bagian bawah body serta celah-celah ban dibuat rapat, alhasil tidak memungkinkan air masuk. Hal ini dimungkinkan berkat penggunaan pelampung inflate tube dengan sistem pompa otomatis valve.

132810

Menurut penuturan perwira Dislitbangad, waktu penggarapan dan instalasi perangkat boat ke truk membutuhkan waktu kurang lebih 4 bulan. Biaya yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp1,4 miliar, itu sudah termasuk truk yang harga off the road-nya Rp256 jutaan. Bila menjalankan fungsi di air, truk dibekali panel kendali kecepatan dan kemudi layaknya perahu boat, sementara saat melaju di darat tak ubahnya truk biasa. Saat dipamerkan di Indo Defence 2014, prototipe ini nampak sudah dibekali perangkat navigasi GPS (Global Positioning System).

Dapur pacu truk ini mengandalkan mesin diesel 4 langkah direct injection dengan 3.908cc. Daya mesin mencapai 136/2.900 RPM. Dengan kapasitas bahan bakar 100 liter, saat di darat truk bisa melaju hingga 100 Km per jam, sedangkan saat berenang di air hingga kecepatan 8 knots. Untuk kemampuan melaju di air, pada bagian belakang terdapat satu buah propeller.

645

Radio komunikasi

Radio komunikasi

Berdasarkan penuturan perwira Dislitbangad, truk ini dirancang untuk misi sosial bila terjadi musibah banjir. Namun kedepan dapat pula dioperasikan untuk membantu misi patroli di wilayah sungai dan pedalaman. Lebih afdol lagi bila basis truk yang digunakan punya kemampuan off road sekelas Unimog. Untuk komunikasi antar satuan, pada bagian bak pemumpang di tempatkan radio komunikasi sekelas PRC-77. Juga dimungkinkan truk ini dipasangi dudukan senapan mesin sekaliber 7,62 mm.

Lepas dari perannya mendukung kebutuhan militer, rasanya ide truk amfibi ini cocok diterapkan untuk kepentingan wisata. Tidak hanya mampu berenang di sungai, truk ini konon berani diajak berenang antar pulau jarak dekat, tentunya dengan tinggi gelombang minimal. (Haryo Adjie)

Spesifikasi Truk Amfibi Dislitbang TNI AD

  • Panjang : 7,620 meter
  • Lebar : 3,383 meter
  • Tinggi : 2,450 meter
  • Berat setelah modifikasi: 4,5 ton
  • Ban : 315/80
  • Bahan Bakar : Solar
  • Torsi Mesin : 33 Kgm/1.600 RPM
  • Penggerak propeller : Gearbox kapal
  • Pelapung : Inflate Tube Ka/Ki
  • Sistem Pompa : Otomatis Valve
  • Kecepatan : di darat 100 Km/jam, di air 8 knots
  • Kapasitas BBM : 100 liter
Iklan

6 responses to “Truk Amfibi Rancangan Dislitbang TNI AD

  1. hmmm harusnya nyontek pts buatan rusia tuh…efektif banget di laut,danau,sungai….padahal sebenarnya sederhana…kenapa gak bisa buat ya??

    Suka

  2. Bentuknya unik dan lucu
    Gk ada kesan sangar
    Tp sangat berguna buat tni untuk misi2 operasi non perang
    Sebuah kreatifitas dan kemandirian yg patut di apresiasi
    Mungkin klo jakarta banjir lg bisa di test neh truk amfibi

    Suka

  3. designnya yang aneh …samping kiri kanan di beri tabung apung kayak perahu karet ha ha ha….mending nyintek pts rusia aja deh….itu sudah dapat buat angkut berat+berguna kalau terjadi banjir kota…daya apung juga bagus….kalau ini designnya kayak ngasal aja….bagusan design jep amphibi buatan marinir

    Suka

    • PTS biaya operasionalnya besar, lebih cocok yang kaya beginian cocok untuk Indonesia, punya mobiltas tinggi dan mudah di adopsi.

      Suka

    • Jangan ngawur bung…dulu saat DDay sekutu ngedandanin tank sherman kayak gini biar bisa berenang ke pantai langsung dr LST…ini bkn teknologi kacangan walau kuno…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s