Rheinmetall Wiesel: Ditawarkan Sejak Puluhan Tahun Untuk TNI

IMG_20141106_134933

Di sela-sela keriuhan Indo Defence 2014, tepatnya di booth Rheinmetall terselip sosok ranpur unik dengan warna loreng gelap. Ranpur ini masuk golongan beroda rantai (tank), namun ukurannya super mini alias imut, bahkan lebih kecil ketimbang ukuran tank ringan (light tank) yang populer di TNI AD, seperti AMX-13 dan Alvis Scorpion. Ranpur inilah yang disebut sebagai Si Musang (Wiesel), ranpur besutan Rheinmetall, Jerman.

Rheinmetall sendiri sudah sangat kampiun sebagai pemasok alutsista TNI AD dan TNI AL, mulai dari yang terbaru MBT Leopard 2A4, MBT Leopard 2A4 Revolution, IFV Marder 1A3, sampai kanon Penangkis Serangan Udara Twin Gun 20 mm untuk Arhanud TNI AD juga disabet oleh manufaktur asal Negeri Bavaria ini.

Kembali tentang Wiesel, bila merujuk dari sejarahnya, jelas ini bukan ranpur anyar. Wiesel dirancang sejak tahun 70-an dan mulai memperkuat AD Jerman pada akhir tahun 1980. Dengan bobot pada varian standar 2,7 ton, menjadikan Wiesel masuk kategori light air transportable armoured fighting vehicle, artinya jenis ranpur lapis baja ringan yang dipersiapkan untuk mobilitas taktis lewat udara. Dengan ukuran yang kecil serta berat yang ringan, pesawat angkut berat C-130 Hercules bisa membawa 2 unit Wiesel dalam sekali sortir. Helikopter sekelas SA330 Puma pun dapat menggotong Wiesel lewat kabel sling.

Wiesel saat uji coba di Indonesia.

Wiesel saat uji coba di Indonesia.

Wiesel diangkut dengan sling oleh Super Puma Pelita Air Service.

Wiesel diangkut dengan sling oleh Puma Pelita Air Service.

Wiesel saat diangkut dengan truk TNI.

Wiesel 1 saat diangkut dengan truk di Indonesia.

Nah, yang cukup menarik lagi, Wiesel sejatinya sudah lama diperkenalkan untuk Indonesia. Di sekitaran tahun 1989-1990, Wiesel bahkan kerap di iklankan di sebuah majalah Militer era 80-an. Saat itu, Wiesel masih diproduksi oleh Krupp Mak. Dan nyatanya Wiesel pun sudah pernah di uji coba pada kontur medan di Indonesia. Dan di Indo Defence 2014 lalu, Wiesel untuk pertama kalinya dimunculkan ke publik Tanah Air. Bukan lagi Wiesel yang datang tahun 80-an, di Indo Defence 2014 yang ditampilkan adalah Wiesel 2. Wiesel 2 punya ukuran yang lebih panjang, ditandai dengan jumlah roda hingga 5 di setiap sisi, plus mesin yang juga lebih kuat. Yang masih menjadi minor adalah lapisan proteksinya, yang hanya sanggup menahan proyektil kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, maka ketika dihantam proyektil 12,7 mm dan RPG, bisa dipastikan Wiesel bakal berantakan.

Dari konfigurasinya, Wiesel 2 mengusung jenis mesin diesel Volkswagen 1.9 dengan lima silinder turbo direct injection dan intercooler. Kekuatan mesinnya sanggup menghasilkan 109 hp, sementara transmisinya mengadopsi jenis automatic. Di jalan on road, Wiesel 2 mampu dipacu hingga kecepatan 85 Km per jam. Sementara jangkauan operasinya maksimum 200 Km. Bila dibandingkan dengan Wiesel 1, maka Wiesel 2 sudah dilengkapi tambahan lapisan proteksi, sistem pendingin kompartemen, dan proyteksi anti Nubika untuk awaknya.

wiesel2_02LAND_Wiesel-2_from_CH-53_lg

Varian paling populer dengan kanon Rheinmetall 20mm.

Varian paling populer di Wiesel 1 dengan kanon Rheinmetall 20mm.

Varian kanon pada Wiesel 1 dipercaya untuk misi pasukan PBB.

Varian kanon pada Wiesel 1 dipercaya untuk misi pasukan PBB.

Wiesel 2 dalam varian ambulans tempur.

Wiesel 2 dalam varian ambulans tempur.

Unruk dimensi, Wiesel 2 punya panjang 4,78 meter, lebar 1,87 meter, dan tinggi 2,17 meter. Awaknya antara 2 atau 3, bergantung pada varian yang digunakan. Melihat konfigurasinya, Wiesel jelas tidak punya kemampuan amfibi, paling banter Wiesel sanggup berjalan di air dengan kedalaman 0,5 meter dan melalui lebar parit tidak lebih dari 1,2 meter.

Varian Wiesel
Dengan desainnya yang kompak, Wiesel menjadi mudah untuk diadopsi dalam beberapa varian. Seperti di Indo Defence 2014, Rheinmetall mendatangkan varian Lightweight Armoured Mortar 120 mm. Lain dari itu ada varian Air Defence Command Post, ambulans, dan Defence Weapon Carrier dengan peluncur rudal Stinger. Namun identitas Wiesel yang paling populer yakni lewat varian fire support dengan kanon Rheinmetall MK Rh20, kemudian ada pula varian yang membawa rudal anti tank HOT dan TOW. Wiesel juga sempat di adopsi sebagai platform radar mobile, salah satunya mengadopsi RATAC-S besutan Alcatel. Radar untuk peran penyesuaian target sasaran artileri ini dapat beroperasi stand alone dengan jangkauan 40 Km.

Meski usianya sudah cukup lama, Wiesel hingga kini hanya dioperasikan oleh AD Jerman dan AS. AD Jerman pun hanya punya 343 varian Wiesel 1 dan 179 varian Wiesel 2. Sementara AS membeli 7 unit untuk bahan uji coba wahana tempur tanpa awak. Meski kurang laris dipasaran, namun Wiesel sudah kenyang diajak ke medan tempur, sebut saja dalam misi pasukan PBB UNOSOM di Somalia, IFOR, SFOR, termasuk Sang Musang pun ikut diajak memburu Taliban di Afghanistan.

Wiesel 2 varian mortir 120mm.

Wiesel 2 varian mortir 120mm.

Wiesel membawa rudal anti tank TOW

Wiesel 1 membawa rudal anti tank TOW

Wiesel 2 menggotong peluncur rudal Stinger.

Wiesel 2 menggotong peluncur rudal Stinger.

Varian pengusung radar.

Varian pengusung radar.

Terkait dengan hadirnya Wiesel 2 di Indo Defence 2014, beberapa asumsi bermunculan, yang jelas pihak pabrikan ingin produknya dapat terjual. Tapi disisi lain, bukan perkara mudah untuk Wiesel bisa melenggang sebagai arsenal TNI, meski diusung Rheinmetall dengan paket Leopard/Marder, toh TNI punya komitmen untuk mendukung dalam pengembangan medium tank yang dilakukan PT Pindad. Tapi kembali lagi, segala sesuatunya bisa berlaku dinamis, boleh jadi tawaran ToT (Transfer of Technology) yang menggiurkan bukan tak mungkin dapat merubah keputusan di hari-hari terakhir. (Gilang Perdana)

Iklan

24 responses to “Rheinmetall Wiesel: Ditawarkan Sejak Puluhan Tahun Untuk TNI

  1. Imut banget tank-nya,beratnya pun cuma 4 ton lebih.
    Setau saya, TNI sudah banyak tank ringan dari keluarga AMX sampe Scorpion yg beratnya hanya 8 ton-an.
    Utk light tank, pindad sdh mengeluarkan tank SBS yg lebih besar drpd wiesel., upgrade AMX-13 pun sudah pernah mereka lakukan, jadi membuat tank yg lbh kecil dari SBS, tentu pindad mampu.
    Lebih bagus pakai buatan sendiri, jadi lbh mandiri ga tergantung negara lain dan aman dari ancaman embargo negara pembuatnya dgn dalih pelanggaran HAM spt yg pernah menimpa tank scorpion dulu.

    Suka

  2. betul sipp deh- untuk urusan sistem senjata diluar jet tempur+kapal selam-saat nxa tni maksimalkan produk dlm negri deh-seluruh dunia udah pada tau klo pindad tuh udah’bisa bikin aneka sista darat- sprti: SBS- ANOA – BADAK- MLRS RHAN-KOMODO dll-nahh masa udah susah2 bikin- ehh malah tni masih rajib borong sista sejenis dari luar negri- ahh apa kata dunia

    Suka

  3. mantab min….request ane soal wiesel…sip…..ini mantab,kita perlu aset ini untuk atasi masalah dalaman negeri saja…bukan untuk perang antar negara,…wiesel cukup untuk hadapi kelompok separatis opm/gam..(ini cukup untuk menghindari ham dll,karena gak over kill)

    Suka

    • Bukannya kalau untuk misi anti partisan lebih sip pake ranpur beroda? Biar lebih nyaman kelihatan luar karena ranpur beroda kelihatan lebih bersahabat karena mirip mobil sedangkan kalau tracked apapun fungsinya aura perangnya lebih terasa…min,request panser canon pindad dong yg sdh uji coba..kayaknya lebih menggingit neh drpd stuart little kayak gini 🙂

      Suka

  4. wiesel sangat cocok buat patroli rutin para infantery di perbatasan(daripada jalan kaki)….bentuk yg imut dapat nyelip2 disemak belukar,pohon….kalau dalam kota,bisa masuk gang2 sempit…..densus 88 juga perlu wiesel untuk hadapi teroris,…brimob juga….untuk hadapi mafia kartel narkoba…..untuk hadapi demonstran skala besar….wiesel sangat pas….sangat cukup untuk skala perang kecil….dan tidak dituduh dunia internasional melanggar ham……sangat pas untuk operasional keamanan dalam negeri

    Suka

  5. karena bentuk yg imut….wiesel dengan kereta gandengan juga sangat efektif untuk bantuan bencana alam yg sering kita alami….ini aset strategis untuk berbagai masalah dalam negeri……bahkan sangat cocok diletakkan di papua yang skalanya cuma para opm….kita perlu wiesel ini untuk hadapi segala masalah….dimana lawan cuma berbekal senjata api saja….brimob juga cocok punya aset ini…gak overkill

    Suka

  6. wiesel sangat penting untuk infantery patroli di perbatasan….lihat berapa ribu kilo jarak patroli perbatasan???gempor dah tni….kalau patroli pakai wiesel dapat meringankan kerja patroli…karena wiesel dapat nyelip2 di hutan…karena bentuknya imut,dan wiesel jago cros country……kita sangat perlu aset beginian untuk kegiatan harian patroli/perang terbatas khusus untuk masalah dalam negeri saja

    Suka

    • Cuma perlu dicatat, biaya operasional si roda rantai ini lebih ribet ketimbang ranpur roda ban (panser). Belum lagi untuk jalan jarak jauh kudu digendong pake truk. Untuk lapisan proteksi juga lemah bgt, masih jadi pertimbangan serius.

      Suka

      • real warrior

        proteksi?????wiesel kan difungsikan bukan buat hadapi tank lawan????ini lebih untuk hadapi keamanan dalam negara saja….musuh cuma sekelas separatis,mafia narkoba dll…yg cuma bersenjatakan senjata api….sangat cukup untuk hadapi mereka….soal digendong….wiesel langsung deploy aja pada titik2 rawan di daerah…biar jadi aset mereka…misal korem/brimob…jadi gak perlu gendong2 segala…biar wiesel patroli sekitar aja”jadi hansip lingkungan”

        Suka

  7. Dgn byk pertimbangan wiesel ini tdk diambil tni ad khususnya.
    Mending ditawarkan ke paskhas tni au untuk pertahanan pangkalan

    Suka

  8. kayaknya kok ini ranpur ringkih banget yaa

    Suka

  9. tracked lebih jago cross country daripada roda biasa….emang anoa dapat masuk hutan yg agak tebal????wiesel dulu pernah dicoba di hutan dengan pohon agak rapat…hasilnya memuaskan

    Suka

    • Maksudnya agak lebat gemana neh mas? Pepohonan perdu atau pohon berkambium cabang? anoa canon jg sdh di coba di medan hutan “agak lebat” dan efektif memberikan fire support…ranpur manapun kalau masuk hutan walau judulnya “agak lebat” tetep aja akan tersendat karena tertahan pepohonan…saat tersendat ini ranpur akan jadi santapan RPG atau 12,7 yg memiliki posisi lebih baik sbg pihak yg bertahan…jadi tinggalkan saja rampur di pinggir hutan untuk memberikan fire support dan infanteri yg masuk hutan untuk bermain “kucing dan tikus” dengan partisan…

      Suka

  10. maksud hutan rapat itu…jarak antar pohon dihutan agak dekat….nah wiesel ini lebarnya imut…lebih kecil dari mobil,jadi zig zag diantara pohon lebih jago,…soal naik turun batu/sungai kecil…wiesel sudah teruji oleh jerman,…juga sangat lincah….wiesel cocok diletakkan di papua,…aceh,ambon,makasar….kalau cuma hadapi separatis yg cuma pakai sniper/senjata api doang…wiesel adalah pilihan tepat…letakkan setiap koramil di papua,aceh,ambon,makasar pakai wiesel sudah sangat mantab….gak over kill…dan hindari perkataan HAM

    Suka

    • Vegetasi hutan jerman cenderung homogen misalnya hutan oak atau pinus…tanaman sejenis dgn jarak agak jarang dgn kontur medan landai yg masih memungkinkan operasional tank…lha hutan indonesia heterogen dgn berbagai macam tanaman berbagai ukuran dgn kontur medan jurang lembah…taktik infanteri seterong masih dipake disini…karena lebih efektif…

      Suka

  11. bahkan usa beli wiesel mau dijadikan robot tempur pengintai….saya kira wiesel sangat cocok di pelahara…itung2 jadi anjing patroli yg dapat menggigit sewaktu2….bolehlah kalau gak dipelihara tni….brimob/densus…lumayan pelihara ini untuk serbuan…lawan musuh dalam negeri saja…paling pengacau cuma berbekal senjata api doang…jadi diuber2 pakai wiesel aja sudah sesuai

    Suka

  12. kalau gak ada kerjaan memburu separatis…wiesel dapat dimanfaatkan untuk sar…..kita sering terkena gunung meletus….wiesel diberi gandengan tracked…bagus buat angkut logistik di wilayah bencana/mencari korban bencana……setidaknya basarnas harus pelihara wiesel ini…bagus untuk operasi di daerah pasir gunung setelah meletus

    Suka

    • Oh seperti hagglund buatan swedia yg di oake pelopor ya mas 🙂 kalau itu saya setuju…sebenarnya nih ranpur memang lebih cocok dipake brimob ketimbang TNI…tp u tuk ukuran polri ranpur seperti ini masih barang mewah…

      Suka

  13. hutan kita kan sudah banyak ditebang???jadi ya agak terbuka kan???hi hi

    Suka

  14. selain wiesel…..basarnas harusnya punya stok…pts amphibi….kita sering kena tsunami/gunung meletus….salah sat- alat jagoan untuk logistik ya pts….jangan hanya marinir doang…..basarnas harus punya batalyon khusus pts amphibi…untuk bantuan serbaguna….kayak jakarta banjir itu kemana aja ya pts nya???

    Suka

  15. lha jumlah kappa kita aja berapa gak jelas???tuh tiap banjir dijakarta…pada kemana aja kappa???….basarnas harus punya sendiri kappa/pmi…..yah punya 20 kappa…cukuplah buat basarnas…gak usah minjam marinir

    Suka

  16. Wiesel nggak cocok buat TNI, tank imut itu dihajar bom rakitan (IED) udah pasti berantakan apalagi kena RPG-7 pasti wassalam…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s