Category Archives: Kapal Perang Asing

[Pemberitahuan] – Indomiliter.com Pindah Hosting

move-wordpress-to-new-host

Para pembaca blog yang budiman, guna optimalisasi fitur dan menu, Indomiliter.com akan berpindah hosting. Bila selama ini kami menggunakan hosting dari WordPress.com, maka selanjutnya blog ini akan menggunakan self hosted. Sementara nama domain tidak berubah, tetap Indomiliter.com. Dalam perpindahan hosting ini, belum ada yang berubah dari segi tampilan dan tata letak, kami kami masih menggunakan theme yang sama.

Namun, bagi pembaca yang selama ini telah subscribe email (follow) untuk berlangganan update postingan terbaru, sudilah kiranya untuk melakukan follow ulang pasca migrasi hosting. Sebagai media informasi dan diskusi seputar alutsista di Indonesia, kami akan terus menyajikan update konten terbaru dengan bahasan yang menarik.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, terima kasih atas dukungan para pembaca selama ini.

Salam hangat,

Haryo Adjie
Editor in Chief Indomiliter.com

Armidale Class RAN: Kapal Patroli Penjaga Batas Laut Teritorial Australia

HMAS Armidale 83

HMAS Armidale 83

Bagi para ‘manusia perahu’ yang berjuang mengadu nasib menuju Australia, dan mungkin juga bagi sebagian nelayan Indonesia, boleh jadi sudah familiar dengan sosok Armidale Class, tipe kapal patroli milik AL Australia yang memang sengaja di deploy pemerintah Negeri Kangguru untuk mengawal dan memproteksi batas wilayah laut. Singkatnya, bila ada manusia perahu dan aksi illegal fishing yang menyinggung kepentingan Australia, maka besar kemungkinan 14 unit Armidale Class yang bakal memberi tindakan hukum di tengah laut. Baca lebih lanjut

Destroyer USS Sampson: Kapal Perang Terbesar dalam Misi Evakuasi Air Asia QZ8501

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Walau dalam film Battleship (2012), USS Sampson luluh lantak oleh serangan alien, namun dalam pencarian korban kecelakaan kapal terbang Air Asia, kapal perang destroyer berbobot 9.200 ton ini mendapat sorotan berkat kesuksesannya dalam misi pencarian ini. Banyaknya jumlah korban yang berhasil di evakuasi USS Sampson dinilai karena ukuran kapal itu cukup besar, bahkan jadi kapal perang bertonase terbesar dalam misi pencarian di Selat Karimata. Dengan tonase yang jumbo, wajar bila Sampson lebih bisa menahan gelombang yang tingginya mencapai 3-5 meter di lokasi pencarian Air Asia QZ8501. Baca lebih lanjut

KD Lekiu 30: Flagship Kapal Perang Malaysia dalam Misi Evakuasi Air Asia QZ8501

Lekiu Class, Malaysia memiliki 2 unit frigat jenis ini.

Lekiu Class, Malaysia memiliki 2 unit korvet jenis ini.

Selain menjadi momen misi SAR dan evakuasi besar-besaran, operasi laut di Selat Karimata terkait musibah jatuhnya Air Asia QZ8501 turut melibatkan gelar alutsista secara masif dalam misi pencarian korban dan badan pesawat. Selain TNI AL yang mengerahkan andalan korvet SIGMA Class (Diponegoro Class), Bung Tomo Class, dan frigat Van Speijk yang berbekal hull mounted sonar, nyatanya banyak negara sahabat yang turut membantu langsung misi ini. Seperti salah satunya ada KD Lekiu 30, frigat ringan yang jadi flagship armada tempur TLDM (Tentara Laut Diraja Malayasia) ikut diterjunkan di hari-hari awal pencarian. Baca lebih lanjut

LCH Balikpapan Class: Identitas Indonesia di Kapal Perang Australia

1529663_-_main

Berita ini memang tak ada kaitan dengan alutsista TNI, tapi kami memandangnya sebagai sesuatu yang menarik. Lepas dari tensi diplomatik antara Indonesia dan Australia yang kerap pasang surut, nyatanya pemerintah Australia sejak lama memberi penghormatan tersendiri pada identitas ke Indonesiaan untuk penamaan armada kapal perangnya, khususnya pada jenis kapal LCH (Landing Craft Heavy). Baca lebih lanjut