Tag Archives: FLIR

WiSE: Konvergensi Kemampuan Kapal Cepat dengan Pesawat Udara Untuk Misi Militer

Aron-1

Untuk menjalankan tugas-tugas khusus, adalah lumrah bila pasukan khusus dibekali peralatan tempur dan wahana transportasi yang juga berkualifikasi khusus. Ambil contoh satuan elit Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL, untuk misi penyusupan di bawah air, mereka dibekali wahana seperti SEAL Carrier, Sea Shadow, dan untuk ship boarding ke kapal yang tengah dibajak, ada Sea Rider yang dibekali CANTOKA. Namun dalam konteks operasi khusus yang membutuhkan kecepatan reaksi, satuan seperti Kopaska ideal untuk dilengkapi wahana transpor yang menggabungkan keunggulan deliver pasukan lewat laut dengan ‘sentuhan’ udara. Baca lebih lanjut

[Polling] MH-60R Seahawk RAN: Lawan Tanding Terberat Heli AKS AS 565 Panther TNI AL

2013AustralianMH-60R

Bila negara tetangga punya keunggulan pada teknologi kapal selam, maka sudah seharusnya Indonesia punya elemen AKS (anti kapal selam) yang memadai. Maklum saja, kekuatan kapal selam Indonesia kini tertinggal baik dari segi kualitas maupun kuantitas dibanding Singapura, Malaysia, dan Australia. Sementara pesanan kapal selam baru, dari kelas Changbogo Class diperkirakan baru akan diterima pada tahun 2015, itu pun kalau jadwal produksi dan penyerahan tidak molor. Baca lebih lanjut

Eurocopter AS 550 Fennec: Generasi Anyar Helikopter Serbu Ringan TNI AD

as550fennec_3

Bila Puspenerbal TNI AL mendapatkan ‘kado’ AS 565 MB Panther untuk melengkapi sistem senjata pada kapal perang, maka di matra udara dan darat pun turut kebagian jatah modernisasi di lini helikopter. Di lingkungan TNI AD, Puspenerbad seperti banyak diwartakan, bakal menerima heli serbu AH-64 Apache yang akan datang mulai tahun 2015 hingga 2017. Selain itu, korps kavaleri udara ini juga mendapatkan heli tempur serbaguna NBell-412EP buatan PT Dirgantara Indonesia (DI). Baca lebih lanjut

FLIR SAFIRE III: Penjejak Berbasis Thermal Andalan CN-235 220 MPA TNI AL

safire

Seperti telah disinggung di artikel Indomiliter sebelumnya, bahwa pesawat Patmar (patroli maritim) terbaru milik Puspenerbal TNI AL, yakni CN-235 220M NG (next generation) TNI AL dibekali dua teknologi sensor unggulan, yaitu radar intai Ocean Master 400 buatan Thomson CSF dan perangkat FLIR SAFIRE III. Bila serba serbi Ocean Master 400 telah kami ulas di artikel terdahulu, kini giliran sosok FLIR di CN-235 MPA (maritime patrol aircraft) yang menarik dikupas lebih dalam. Baca lebih lanjut

Ocean Master 400: Radar Intai Canggih Untuk CN-235 220 NG MPA TNI AL

cn235-patmar-tni-al

Antara TNI AU dan TNI AL kini punya standar pesawat intai maritim yang sama, yakni platform CN-235 220M (military version). Dalam hal penempatan, TNI AU lewat Skadron Udara 5 lebih dulu mengoperasikan CN-235 220M MPA (Maritime Patrol Aircraft), yaitu per Agustus 2009. Dan, agak lama berselang Puspenerbal TNI AL lewat Skadron Udara 800 pada Oktober 2013 juga menerima CN-235 220M NG MPA dari PT. Dirgantara Indonesia (DI). Baca lebih lanjut

Wulung UAV: Tantangan Dibalik Sistem Kendali dan Komunikasi Data

wulung01

Seperti telah diulas di artikel Indomiliter sebelumnya , Wulung UAV: Pesawat Tanpa Awak Pengawal Perbatasan RI. Disebutkan bahwa TNI AU tak lama lagi akan menggelar satu skadron PUNA (Pesawat Udara Nirawak) sebagai wahana pengintai untuk wilayah perbatasan RI – Malaysia di Kalimantan. Dan ikon utama skadron anyar TNI AU ini adalah Wulung, jenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) buatan karya anak bangsa. Baca lebih lanjut