Tag Archives: Rusia

AEG SUT 533mm: Heavyweight Torpedo dengan Pemandu Sonar Pasif dan Aktif

fmpsut

Dari segi update teknologi, boleh jadi torpedo ini sudah agak ketinggalan saat ini. Tapi harus diakui bahwa torpedo SUT (Surface and Underwater Target) 533 mm yang pernah diproduksi PT Dirgantara Indonesia (d/h PT IPTN) adalah pencapaian penting dalam ranah perkembangan alutsista di dalam negeri. Pasalnya kali itulah, Indonesia mampu memproduksi torpedo secara lisensi dari AEG (Allgemeine Elektrizitäts-Gesellschaft), Telefunken, Jerman. Ini tak lain buah dari kebijakan strategis untuk menangani aspek peperangan bawah laut.

Baca lebih lanjut

Nasib Kilo Class Tak Menentu, Kapal Selam Negeri Ginseng Siap Meluncur

INS-Sindhuvijay-Kilo-Class-Submarine-Indian-Navy-01[3]

Dengan latar kerinduan menggebu pada kejayaan militer Indonesia di dekade 60-an, di mana saat itu Indonesia tak terbantahkan menyandang sebagai negara dengan militer terkuat di belahan Asia Selatan, membuat banyak kalangan di Tanah Air bekalangan eforia pada peralatan militer buatan Eropa Timur, khususnya asal Rusia. Segala yang ‘berbau’ Rusia begitu diagungkan. Tidak ada yang keliru dengan perspektif tersebut, pasalnya memang banyak produk alutsista besutan Rusia yang memang mumpuni, bandel dan mampu memberi efek getar. Baca lebih lanjut

Akhirnya Rusia Tawarkan Offset dan ToT Alutsista untuk Indonesia

Su-35 paling di favoritkan oleh masyarakat sebagai pengganti F-5E/F TNI AU.

Su-35 paling di favoritkan oleh masyarakat sebagai pengganti F-5E/F TNI AU.

Gara-gara sering disebut pelit untuk urusan ToT (transfer of technology), membuat pemerintah Rusia harus mengambil strategi lain agar pemasaran produk alutsista yang ditawarkan ke Indonesia bisa terus mulus, tak tergerus oleh kompetisi keras dari pemasok asal Korea Selatan, Eropa Barat dan AS yang rajin menawarkan skema ToT ke Indonesia. ToT menjadi isu yang krusial, mengingat pemerintah Indonesia telah mensyaratkan harus adanya ToT dalam tiap produk alutsista yang di impor. Baca lebih lanjut

TNI AU Lirik Rudal dan Radar Hanud Mobile dari Ukraina

oke

Mengikuti jejak TNI AL, TNI AU juga melirik Ukraina sebagai salah satu negara pemasok untuk alutsista. Sayangnya akibat konflik yang berkecamuk, TNI AL lewat Kementerian Pertahanan kemudian membatalkan pesanan panser amfibi BTR-4. Tapi mungkin karena situasi kian kondusif, kini TNI AU tengah melirik berbagai produk militer dari Ukraina. Kabar ini datang dari Ukroboronprom, perusahaan plat merah di Ukraina yang bergerak di bidang pertahanan. Baca lebih lanjut

Beriev Be-200 Altair: Pesawat Amfibi Multipurpose Incaran TNI AU

194192

Terkait tugasnya di wilayah lautan, bila selama ini TNI AU baru sebatas melakukan peran intai maritim tanpa dapat melakukan penindakan, maka terkait tren pemberantasan illegal fishing yang sedang dicanangkan pemerintah, TNI AU pun ingin mengambil peran yang lebih strategis. Salah satu wujudnya dengan keinginan dari pihak TNI AU untuk bisa mengoperasikan pesawat amfibi multipurpose buatan Rusia, Beriev Be-200 Altair. Pesawat ini dapat langsung mendarat di laut dan kemudian menerjunkan pasukan untuk melakukan inspeksi ke kapal-kapal yang mencurigakan. Baca lebih lanjut

BREM-L Armoured Recovery Vehicle: Wahana Reparasi Ranpur BMP-3F Marinir TNI AL

BREM-L_-_TankBiathlon14part2-16

Menutup program MEF (Minimum Essential Force) Tahap I yang berakhir tahun 2014, lewat beberapa kali kedatangan, akhirnya kini Korps Marinir telah genap memiliki 54 unit ranpur amfibi IFV (Infantry Fighting Vehicle) BMP-3F buatan Rusia. Bahkan, guna melengkapi rencana jangka panjang pengembangan postur Marinir TNI AL, pemerintah berencana untuk menambah BMP-3F hingga berjumlah total 81 unit, berikut pengadaan 10 unit BMP-3FK, dan 4 unit BREM-L. Baca lebih lanjut

RPG-7: Simple & Deadly – Andalan Senjata Bantu Infanteri Korps Marinir TNI AL

denjaka_weapon2

Selain senapan serbu AK-47, granat berpeluncur roket RPG -7 layak dinobatkan sebagai senjata perorangan besutan Uni Soviet yang legendaris melintasi batas jaman dan telah digunakan banyak negara. Sejak dioperasikan AD Soviet pada tahun 1961, kini 73 negara telah mengoperasikan RPG-7, dan seperti halnya AK-47, RPG-7 juga banyak diproduksi oleh negara lain. Meski agak belakangan, Indonesia akhirnya ikut bergabung sebagai pengguna resmi RPG-7. Baca lebih lanjut