Tag Archives: Singapura

IHADSS: Sensasi Teknologi “Blue Thunder” Untuk AH-64E Apache Guardian TNI AD

Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat nampak kian mesra, setelah Indonesia dipercaya senat AS untuk membeli rudal anti tank FGM-148 Javelin, Indonesia pun mendapat restu senat AS untuk membeli delapan unit helikopter tempur super canggih, AH-64E Apache Guardian Block III. Lepas dari kontroversi yang mungkin timbul, yang jelas ini menjadi lompatan yang revolusioner bagi kavaleri udara TNI AD, setelah sebelumnya sudah memiliki heli tempur besutan Rusia, Mil Mi-35P Hind. Dari segi gengsi, pamor Indonesia terdongrak, sebab hanya segelintir negara di luar AS yang diizinkan membeli Apache, seperti Israel, Inggris, Belanda, Yunani, Mesir, Jepang, dan Singapura. Baca lebih lanjut

Iklan

[Open Sale] Navy Shirt SIGMA Class PKR 10514 – Indonesian Guided Missile Escort

POSTERS sigma-ok

Menyandang predikat sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, membawa konsekuensi logis bagi Indonesia untuk memiliki kekuatan maritim yang memadai. Untuk itu standar kekuatan yang dipatok untuk TNI AL adalah green water navy, artinya kesiapan kekuatan laut yang dapat diandalkan untuk menegakkan stabilitas dan berkemampuan mengadakan perlawanan pada setiap ancaman. Memenuhi elemen tersebut, TNI AL jelas membutuhkan flagship battleship yang harus selalu update pada setiap perkembangan jaman. Baca lebih lanjut

[Polling] Bionix II AD Singapura: Lawan Tanding Terberat IFV Marder 1A3 TNI AD

10347718254_52f6a1b45e_z

Dalam skenario pertempuran, setelah MBT (Main Battle Tank) berhasil mendobrak masuk ke daerah lawan, maka operasi selanjutnya adalah menghadirkan gerak laju elemen lain, dalam hal ini unit infanteri dengan misi menetralisir wilayah sasaran. Untuk menghadirkan gerak laju infanteri jelas dibutuhkan angkutan taktis yang mumpuni, dengan syarat punya mobilitas tinggi, mampu memberi proteksi bagi pasukan yang dibawa, dan dibekali senjata. Baca lebih lanjut

Imbas Konflik Laut Cina Selatan, Pacu Modernisasi Kekuatan Laut di Asia Tenggara

0,,16259037_303,00

Saat pemerintah Tiongkok terus memberi tekanan kepada dua negara tetangganya, yakni Jepang dan Filipina, Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah mengambil sikap yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya terhadap masalah ini. “Laut Cina Selatan telah menjadi titik utama persengketaan maritim di Asia. Dua pengklaim-nya adalah Cina dan Taiwan, sementara empat negara lain – Brunei, Malaysia, Filipina dan Vietnam – semuanya merupakan anggota ASEAN. Ini merupakan inti dari posisi Indonesia juga,” tulis Moeldoko dalam Wall Street Journal Asia (24/4/2014). Baca lebih lanjut

DS 30B REMSIG 30mm: Dibalik Kecanggihan Kanon PSU di Korvet Bung Tomo Class TNI AL

ac

Hajatan HUT TNI ke-69 pada 5 Oktober 2014 mendatang bakal dibuat seru. Dengan mengambil tempat di Surabaya, dari jauh-jauh hari pihak Mabes TNI sudah mengumandangkan bakal memamerkan full alutsista terbaru dari ketiga matra dalam program MEF (minimum essential force). Sang Tuan rumah, TNI AL di dermaga Ujung dijadwalkan akan menghadirkan defile dua dari tiga korvet terbaru yang baru didatangkan dari Inggris, yakni Multi Role Light Frigate (MRLF) atau korvet Type F2000 buatan BAE Systems Marine. Baca lebih lanjut

F-16 C/D Block 52ID: Welcome The New Indonesian Fighting Falcon

6989287_20140725125054

Sekitar 25 tahun lalu, jagad Dirgantara Indonesia pernah dibuat heboh dengan kehadiran jet F-16 A/B Fighting Falcon. Lepas dari kecanggihan teknologi avionik dan sistem senjatanya, F-16 A/B yang kemudian memperkuat Skadron Udara 3 ini punya kisah tersendiri, terutama dalam proses kedatagannya ke Indonesia yang dilakukan lewat proses penerbangan ferry yang dijalani oleh pilot asal AS dan TNI AU. Dan, sejarah tersebut kini seolah terulang kembali. Tepat pada 25 Juli 2014, TNI mulai kedatangan bertahap F-16 dengan tipe yang lebih baru, yakni F-16 C/D Block 52ID. Total TNI AU akan menerima 24 unit F-16 C/D yang akan didatangkan dengan cara ferry flight dari Negeri Om Sam. Baca lebih lanjut

KRI Leuser 924: Ocean Going Tug Boat, Kapal Tunda Terbesar di Asia Tenggara

Untuk mendukung misi bantuan, TNI AL memerlukan keberadaan kapal-kapal bantu khusus. Lewat Satuan Kapal Bantu (Satban), gugus tugas kapal dengan nomer lambung berawalan angka 9xx inilah terdiri berbagai jenis kapal, seperti kapal minyak (tanker), kapal transport, kapal logistik, kapal survei, kapal layar latih, kapal tunda (tug ship), kapal bengkel (service ship), dan sebagainya.
Baca lebih lanjut