Bonefish USV: Kapal Intai Tanpa Awak Berdesain Trimaran

Bonefish-USV-breaks-cover-_ID14D2_2

Umumnya kita mengasosiasikan drone sebagai wahana tanpa awak yang beroperasi di udara atau UAV(Unmmaned Aerial Vehicle), namun seiring perkembangan teknologi, kini muncul sosok drone yang beroperasi di air dalam wujud kapal boat atau USV (Unmanned Surface Vessel). Untuk teknologi penunjang sistem kendali dan komunikasi data, antara UAV dan USV kurang lebih banyak persamaan. Begitu pun dengan tugas yang diemban, mulai dari misi intai sampai penindakan dengan bekal senjata juga mampu dilakukan keduanya.

Nah, setelah beberapa waktu lalu jagad alutsista Indonesia sempat heboh dengan pro dan kontra seputar drone (UAV) untuk misi pertahanan. Maka kini di depan mata telah muncul sosok drone untuk misi di lautan (USV). Tanpa banyak publikasi, PT. Lundin Industry Invest (North Sea Boats) yang kondang sebagai galangan spesialis kapal trimaran, memperkenalkan prototipe Bonefish, yang tak lain USV berkonsep trimaran (kapal berlunas tiga) dengan kapabilitas stealth. Sebagai informasi, PT Lundin Industry Invest (North Sea Boats) adalah galangan kapal yang memproduksi KCR (Kapal Cepat Rudal) Klewang Class untuk kebutuhan TNI AL.

IMG_20141106_135536IMG_20141106_135622

Dibekali dua propeller

Dibekali dua propeller

Bonefish dikenalkan langsung ke publik dalam Indo Defence 2014 lalu, dari dimensinya yang masif, Bonefish cukup banyak mengundang perhatian pengunjung. Bonefish dengan panjang 12 meter dirancang untuk dikendalikan secara remote dan autonomous control systems, tak ubahnya Wulung UAV besutan BPPT dan PT Dirgantara Indonesia. Kapal yang dibalut dengan warna abu-abu gelap ini mengintegrasikan beberapa perangkat elektronik, mulai dari radar, GPS, sensor akusitik, sensor elektro optik, dan aneka sistem komunikasi yang terhubung ke media satelit.

Peran yang dibebankan untuk Bonefish cukup beragam, mulai dari misi anti pembajakan, intai maritime, misi anti kapal selam, misi anti ranjau, misi SAR, perang elektronik hingga beragam misi yang terkait dengan pengawasan lingkungan.

IMG_20141106_135605IMG_20141106_135551

Untuk urusan persenjataan, meski tanpa awak, Bonefish yang material lambungnya dibalut material serat karbon (carbon fiber) bisa disetarakan kemampuannya dengan KCR. Bonefish ini nantinya disiapkan untuk bisa menggotong rudal anti kapal RBS15 Mk3 yang berkecepatan subsonik. Rudal ini memiliki hulu ledak HET seberat 200 kg. Selain itu kapal ini juga dipersenjatai dengan naval gun 40Mk4. Tak hanya itu, radar Sea Giraffe 1X 3D yang memiliki berat 150 kg terpasang USV Bonefish ini. Radar ini disebut mampu mereduksi efek lengkung bumi. Segala kecanggihan yang ditawarkan Bonefish sudah barang tentu melibatkan manufaktur global, yakni Saab. Seperti halnya KRI Klewang 625, Bonefish juga mengadopsi teknologi lambung kapal buatan Saab. Saab tak lain manufaktur persenjataan asal Swedia yang namanya sangat kampiun. Keterlibatan Saab dalam proyek kapal yang dibangun PT Lundin juga termasuk pada sistem sensor dan persenjataan.

Dengan bekal senjata yang dibawa, plus mampu melaju hingga kecepatan 40 knots dengan dua propeller, Bonefish kelak bakal jadi elemen alutsista yang mampu menggetarkan lawan. Pihak pembuatnya, merasa yakin Bonefish sangat pas untuk digelar untuk mengamankan wilayah maritime nasional, termasuk di tempatkan di Selat Malaka. Dari fasilitas galangan kapal yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur, rencananya Bonefish akan mulai masuk masa uji coba pada enam bulan mendatang, atau sebelum pertengahan tahun 2015. (Sam)

Iklan

14 responses to “Bonefish USV: Kapal Intai Tanpa Awak Berdesain Trimaran

  1. saya rasa kapal ini cuma cocok untuk intai dekat pantai yg arus ombaknya tak terlalu besar….terus masalah endurance…..kapal kecil ini tentu sangat terbatas…bagaimana mau mengintai di samudera luas berarus besar???(kecuali dimensi kapal jadi besar)….terus sistem control…pakai satelit???kita sendiri belum punya satelit militery….kalau sewa,???sangat mudah dibajak negara lain datanya

    Suka

    • Betul sekali, sistem kendali dan komunikasi data memang jadi poin penting yg belum terpecahkan secara maksimal, terlebih karena kita tidak punya satelit sendiri, ini jadi problem yang sama dalam operasional drone (UAV) oleh TNI

      Suka

      • real warrior

        betul min….wacana beli globalhawk itu agak lucu dan rancu….kita pakai satelit apa???kalau dihitung2 operasional globalhawk itu lebih mahal….mending beli mpa asw…..dana segitu kita dapat 24 cn 295 mpa asw

        Suka

  2. kemudia untuk misi sar???gimana lakukannya???kalau hanya untuk misi search…sih mungkin bisa….kalau rescue korban gimana???…..kalau untuk misi search and destroy secara terbatas sih masih bisa……pertanyaan lainnya….kemampuan jelajahnya berapa km???ketahanan berapa hari???mampu menahan gelombang/sea state level berapa???

    Suka

  3. kalau untuk patroli penindakan ilegal fishing…masih ragu…kapal autonomos ini efektif…gimana mau paksa kapal pencuri ikan mau merapat ke pantai???….mungkin kapal ini cocok buat kopaska saja….kalau untuk sar/patroli…mending kcr 60m aja

    Suka

  4. kalau gak salah dulu ada prototype sejenis lewat project ”sea ghost”…konsep autonomous juga…..entah gimana kelanjutannya…maklum kita negara sejuta prototype yg jarang produksi masal

    Suka

  5. Untuk recon mission ok lah…tapi untuk seek and destroy belajar dari USA…banyak korban sipil yang jatuh Di afgan dan Pakistan belum lagi friendly kill oleh drone

    Suka

  6. Saya setuju dgn jawaban admin.
    pikiran sbgai org awam, bagaimana wahana uav/suv bisa kita operasikan dgn efektif, jika tidak punya satelit sendiri?
    Dgn ukuran sebesar itu, bonefish lbh cocok utk tugas pengintaian terbatas pasukan khusus semacam kopaska, Mudah2an inovasi PT.Lundin ini di apreasi petinggi2 negara ini agar kita makin mandiri di bidang alut sista.

    Suka

  7. kalau berani lundin bikin tuh trimaran 125 meter,…senjatanya yakhont,2 ciws 730,aster 30,torpedo blackshark/skyval,rbu 6000…mantab kan???

    Suka

  8. ehhh min request….tuh nasib prototype crocodyle hydrofoil its gimana ya????harusnya kan sudah selesai????

    Suka

  9. thx min.. oiya bner tuh gmna kabarnya crocodyle nya..? mohon dibabar donk.. 🙂

    Suka

  10. Ya….prototip awal memang selalu ramai terus senyap tapi jangan khawatir walau terkesan senyap tapi kesibukan di balik layar terus berjalan bahkan banyak peningkatan yg selalu di sembunyikan, itulah doktrin teknologi pertahanan kita. Tidak hanya kapal selam yg senyap tapi semua yg berbau teknologi canggih akan di buat sesenyap mungkin

    Suka

  11. Siip untk Pt Lundin,,,untk pmrintah tolong ambil ksmptn ini untk uji coba ….mn mungkin ad alt cnggih jk tdk ad uji coba dn dukungn….untk mslh ombk dn kmpuan perang elektro qt g perlu khwtr krn qt jg d bntu tknologi dr SAAB Swedia..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s